HAPPINESS

about live your life

Kamis, 14 Maret 2013

beri aku kesempatan

3-14maret 2013

yah, sepekan ini aku merasa terabaikan..
terabaikan olehnya, oleh waktu, oleh keadaan :(

aku menjauh sudah 4 minggu yang lalu, dan tak ada yang menarikku untuk kembali dari jurang tak bertanggung jawab. bukan benar benar tak ada, hanya satu namun itu alakadarnya :|
akhirnya aku mulai untuk kembali, kembali kedalam lingkaran setan, yah mungkin bisa kusebut demikian. eh tunggu dulu lingkaran setan? kan yang sebenarnya punya lingkaran bukannya malaikat? entahlah mau disebut apa lingkaran itu, yang jelas sudah seminggu ini aku mulai kembali kelingkaran itu. tapi cukup menyesakkan untuk beradaptasi, lagi. ditambah sebuah amanat yang dititipkan oleh leluhur kami kecewa.. menangis.. kepada kami. mereka mengatakan mereka butuh kami. kami yang seharusnya mengajar mereka membimbing mereka. agar mereka mampu dan lebih baik daripada kami dalam meneruskan tradisi kami.

tapi bukan itu masalahnya..

ini masalahnya,


aku terkadang bingung dengan keadaan kami. sebenarnya siapa sih kami? kami dipertemukan, kami disatukan, kami dibentuk untuk sebuah alasan, karena kami adalah keluarga.  ah sepertinya indah, sebuah keluarga. tapi nyatanya kami? kami tak pernah menjadi keluarga yang utuh. aku iri dengan keluarga tetangga, mereka gotong royong, mereka disiplin, mereka teman sejati, karena aku tau, keluarga tetangga sebelah itu dalam rumahnya selalu diterapkan sistem yang tegas disiplin dan lainnya

bukan salah tetangga sebelah, tapi sebenarnya dalam keluarga kami siapa yang salah? kepala keluarganya kah, ibu ibu pengurusnya kah, anggotanyakah? sedikit ku akui, dia selaku pemimpin keluarga kami, dia kurang peka, dia pikun, kurang tegas, dan hanya bisa menyindir anggota keluarga yang lain saat membuat kesalahan, dia masih agak pasif? tapi dia tak terlalu pasif. haha menyebutkan kesalahannya jago ya, padahal kesalahan ku sendiri saja aku tidak terlalu mengerti, yang kubenci dari nya adalah, rasa tak pedulinya, mungkin dia peduli, tapi dia tidak pernah mengakatakannya kalau dia peduli. yang ada dia hanya menyindirnya saat kesalahan sudah terjadi, padahal dia bisa menegurnya.

kesalahan lainnya adalah orang orang kepercayaannya, yang selalu kupertanyakan dalam benakku, sebenarnya kita semua dalam keluarga punya hak yang sama tidak? kenapa sampai terpecah menjadi dua kubu? dan itu sangat menyesakkan. disatu sisi orang terpercaya, terandalkan, dan setiap tugas selalu dia pegang, dan disisi yang lain ada kubu yang ingin juga mendapatkan tugas itu, ingin juga dipercaya, ingin juga dberi kesempatan. kita ini semua samaa apa salahnya memberikan kami kesempatan, dan kalian yang sudah terpercaya, bisakah kalian percaya pada kami sebentar saja?? itu menyakitkan..
salah satu alasanku menjauh selama 4 minggu = delapan kali pertemuan adalah itu.. karena aku merasa disetiap pertemuan apa yang kukerjakan, apakah aku berguna disana? dan aku berharap diluar pertemuan aku bisa dipakai, aku bisa dimanfaatkan, tapi nyatanya? aku tidak diberi kesempatan, aku tidak dipercaya, kalau aku memang pernah melakukan kesalahan dilampau kenapa aku tidak ditegur? :"(

dan yang menjauh selama 4 minggu bukanlah hanya aku semata, temanku yang lain juga merasakan yang sama.. sama dengan apa yang kurasakan. batu kejanggalan dalam keluarga kami tidak hanya aku rasakan, tetapi orang lain juga merasakannya. batu yang mengganjal itu cukup tajam, dan juga cukup menggores luka di keluarga kami. tapii entahlah hanya orang seperti aku dan temanku yang merasakan kejanggalan itu. aku takut batu itu cukup kuat untuk tidak menyeimbangkan rumah kami :"

apakah ini akan terselesaikan? ataukah hanya akan terselip didalam hati, dan terkubur dalam dalam dan takkan pernah muncul ke permukaan? apakah rasa keberanian takkan muncul :"

ya allah selamatkan keluargaku itu.. mereka baik, mereka suka menolong, tetapi mungkin beberapa terakhir ini hati mereka tertutupi, bukakan hati kami ya allah :"(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar