HAPPINESS

about live your life

Senin, 14 Januari 2013

minggu, 13 januari 2013

sore ini, aku duduk terjembab didalam lamunan. menatap mereka, orang orang berlatih. mereka berlatih berbicara banyak, dengan pengetahuan mereka. itu yang sedang mereka asah. agar setajam pisau. "aah, aku tak berguna disini". celetuk ku dalam hati. 

memang benar benar tak berguna. teman teman se-keluargaku tau apa yang seharusnya mereka lakukan. duduk memperhatikan adik adik PMR dan ada yang berlatih sambil berbagi ilmu pengetahuan mereka. Aku?? ya aku hanya bisa mendeskripsikan diriku didalam lamunanku ini. mungkin ba'da Ashar nanti aku bakal kena sindir lagi oleh bapak tetinggi di PMR sekolahku. atau bawahannya, yang lebih bawel.  Yang ku tahu aku cuma bisa kena sindir mereka berdua. itu yang handal kulakukan. banyak bertingkah, banyak menyanggah, banyak menentang mereka. padahal mereka adalah pemimpin yang sebenarnya disini.

selesai sholat ashar, waktunya untuk rapat. tapi perutku memulai acara orkestra mereka. yaah apalagi yang kulakukan selain melangkah ke jajanan sekolah. dan perutku memilih Siomay langganan haha.

bapak komandan sudah diatas, seakan terlihat membuat titah buat seluruh anak buahnya untuk segera berkumpul di tempat yang ditentukan. aku yang sedang menonton orkestra, maksud saya sedang makan siomay pun terusik. aku segera beranjak dari tempatku yang nyaman, karena melihat wajah bapak komandan yang wajahnya mulai terlihat masam dari atas, mungkin terlihat seperti raja yang mau murka. aku ajak para wanita wanita perkasa di dekatku untuk segera berkumpul. yah berjalan perlahan-lahan. butuh dua hingga tiga menit berjalan bersama sama menuju tempat. anak buah komandan yang paling bawel pun mulai berceletuk kesana sini. mungkin mirip pedagang sayur menawarkan dagangannya yang masih menggunung, tapi salah cara.

rapat pun dimulai. banyak hal yang dibahas. banyak masalah yang diulas. dan banyak jalan buntu yang perlu dicarikan jalan alternatif. tapi sungguh, aku benar benar tak menyatu dalam atmosfer itu. hanya anak pedagang sayurlah yang banyak bertanya kesana kesini, eh maksud saya anak buah komandan yang bawel. aku suka dia bertanya, dia memberi usul, lalu dia mengusulkan cara yang betul dalam suatu kesalahan yang pernah dilakukan.

aku tidak suka cara dia mengumbar kesalahan ku yang aku perbuat lima bulan lalu..

#flashback
 Acara Donor Darah Sekolah
sibawel "ha kamu tadi ga ikut pelajaran seharian? tau gitu aku ikut kamu".  tertawa, "siapa suruh        kamu tadi balik ke kelas duluan" sibawel "ih, enak banget ih" 

dan dalam forum dia mengatakan di depan umum. sibawel berkata "seharusnya lebih baik dikurangi anggotanya biar enggak banyak yang kabur dari jam pelajaran, biar pada enggak bolos" dia mengatakan itu sambil menatap aku yang sedang duduk berantakan. spontan aku berkata "Kenapa Kamu tujukan Padaku??". si bawel hanya menatapku dengan tanpa ekspresi. firasatku tadi benar benar terjadi, aku kena sindir lagi. aku benar benar terbakar, terbakar emosi. mungkin seperti rumput kering termakan api dimusim penghujan. seketika aku membencinya. 

aku hanya bergumam sendiri, didalam forum.berwujud muka masam. tak tau mereka sudah sampai mana apa yang mereka bahas. aku masih didalam ruang hampa bernama ruang lamunanku. jari jemariku bermain selotip milik teman ku. tak sengaja selotip itu melekat di handphone ku. saat ku tarik selotipnya, benda itu jatuh kelantai seketika berpecah belah. seisi ruangan menatapku, tentu saja aku tak menatap mereka, aku bahkan tak tau kalau menjadi sebuah perhatian di forum itu. perempuan perempuan dibelakang tersontak melihatku. aku hanya diam. mereka yang benar benar taulah kalau aku dimakan kemarahan. bapak komandan juga tau,,

bapak komandan menari nari di depan ruangan. berceloteh celoteh, tertawa dalam candaan nya. aku rasa muka masam nya tadi benar benar berpindah kepadaku. bersama si bawel pedagang sayur, bapak komandan terus bercerita tentang masalah masalah, dan jalan yang akan diambil. ekspresi ku tetap sama. DIAM .


melangkah kan kaki menuju PULANG pun aku tetap dalam ekspresi yang sama. kulihat si bawel juga terburu pulang. sibawel yang kubenci itu adalah kepala suku dikelasku, tapi di PMR kedudukan kami sama !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar